Cara Memilih Sekolah Pilot Murah Tapi Bagus, Syarat, dan Biaya

Salam terbang!! kalian ingin menjadi pilot tapi masih bingung bagaimana cara memilih sekolah pilot Murah Tapi Bagus? maksudnya mencari tempat sekolah penerbangan yang murah tapi berkualitas bagus, lulus tepat waktu / lebih cepat, tempat latihan pilot yang nyaman serta ada jaminan langsung kerja menjadi pilot ketika lulus?

Yuk, cari tau cara memilih Sekolah Pilot / penerbangan yang Bagus! Jika kalian sudah menemukan beberapa list sekolah penerbangan, coba tanyakan atau cari infomasi terkait sekolah penerbangan pilot tersebut seperti dibawah ini:

1. Bandara apa saja yang digunakan untuk latihan terbang? Bagaimana traffic bandaranya?
Hal ini merupakan pertanyaan pertama yang HARUS Anda tanyakan. Bandara merupakan tempat lepas landas dan landing pesawat oleh karena itu sekolah pilot harus punya bandara yang memungkinkan cadet (siswa pilot) untuk latihan terbang.

Opsi terbaik adalah jika sekolah tersebut punya bandara pribadi atau bandara yang traffic nya sepi.
Jika sekolah pilot menggunakan bandara yang berbagai/share dengan pesawat komersil, jatah terbang akan terbatas. Tidak heran banyak siswa yang lulusnya telat dari waktu yang dijanjikan.

Minimal cari sekolah yang walaupun bandaranya share, traffic bandaranya rendah sehingga kesempatan Anda terbang masih oke.

2. Berapa banyak pesawat (aircraft) yang dimiliki?
Anda HARUS menanyakan hal ini! Permasalahan utama yang dihadapi kebanyakan sekolah pilot di Indonesia adalah pesawat latihnya cuma ada 2 atau 3 sedangkan muridnya ada 20 lebih. Tidak heran banyak murid yang tidak bisa lulus tepat waktu karena harus mengantri untuk mendapatkan jam terbang. Normalnya 1 pesawat latih bisa mengakomodasi 5-8 siswa.

3. Berapa biaya keseluruhan yang harus dikeluarkan?
HATI HATI dengan HIDDEN FEE (biaya yang tersembunyi). Ada sekolah favorit di Indonesia yang HIDDEN FEE mencapai 300 juta! Berhati-hatilah! Pelajari dengan cermat setiap rincian biaya yang dipaparkan pada Anda. Jika tidak yakin, tanyakan konsultasikan dengan kami.

4. Berapa umur sekolah?
Alangkah baiknya jika Anda memilih sekolah yang telah berumur minimal 3 tahun karena di ada beberapa sekolah pilot yang baru buka tutup di tahun kedua.

Trus murid-muridnya gimana? Ya nasibnya jadi gak jelas. Kalaupun mereka pindah ke sekolah lain, mereka harus mengulang dari awal dan tentunya bayar FULL lagi.

Gimana sob? Udah siap memilih sekolah pilot / penerbangan ? Jangan sampai salah pilih yah... salam terbang..!!

Syarat Menjadi Pilot
Berikut ini syarat umum jika seseorang yang ingin belajar di sekolah penerbangan / pilot.(Sumber: facebook)

  • Untuk flying school seperti STPI Curug,Penerbangan Militer biasanya hanya menerima lulusan SMU IPA
  • sedangkan untuk flying school swasta dan beasiswa pilot biasanya menerima lulusan setingkat SMU (SMK,MTS)
  • Biasanya akan menargetkan minim panjang kaki dari pangkal paha 100cm
  • Harus lulus tes kesehatan meliputi jantung,mata dll.
  • Harus lulus test bahasa inggris yang diadakan flying school tersebut.(bahasa inggris sangat menentukan)
  • Pengetahuan umum Penerbangan.
  • Cepat dalam berkalkulasi matematik dan fisika.
  • Biasanya bila sudah lulus semua persyaratan diatas,calon siswa akan diajak terbang oleh instruktur untuk mengetahui takut tidaknya siswa akan ketinggian dan juga syaraf motorik siswa,serta tanggapnya siswa akan persoalan yang biasa diberikan instruktur kepada calon penerbang

Biaya Sekolah Penerbangan / Pilot

Berapa biaya yang di perlukan selama sekolah pilot / penerbangan? Kebetulan siloker memperoleh informasi mengenai biaya sekolah pilot dari detik.com (perkiraan biaya di tahun 2014, untuk tahun sekarang silahkan kira-kira sendiri) Lumayan mahal sob!! apalagi pilot helikopter? Yuk simak info mengenai harga biaya sekolah pilot / penerbangan di bawah ini.

Kebutuhan penerbang baru di Indonesia sangat tinggi. Setiap tahun, kebutuhan pilot baru mencapai sekitar 500 orang. Berapa biaya untuk belajar di sekolah penerbang saat ini?

Ketua Sekolah Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) Curug Yurlis Hasibuan menerangkan, biaya pendidikan di sekolah penerbangan pemerintah mencapai Rp 500 juta per orang, dengan masa pendidikan 2 tahun.

Namun pemerintah memberikan subsidi Rp 400 juta per orang, sehingga biaya yang ditanggung calon siswa hanya Rp 100 juta. Beasiswa ini khusus berlaku untuk sekolah penerbangan milik pemerintah di Curug dan Banyuwangi.

"Kalau hitungan STPI, biaya mencetak pilot Rp 500 juta per orang. Kalau anak baru dihitung Rp 100 juta, karena negara memberi beasiswa Rp 400 juta," kata Yurlis di Kantor AirAsia, Cengkareng, Tangerang, Kamis (23/10/2014).

Pengenaan tarif ini baru berlaku sejak awal 2014. Sebelumnya siswa sama sekali tidak dikenakan biaya. Namun ada kebijakan baru yang terbit sejak akhir 2013. Isi kebijakan ini ialah tidak menanggung 100% biaya pendidikan.

"Dulu gratis, tapi mulai November 2013 ada kebijakan baru. Sehingga ada pengenaan biaya yang berlaku mulai awal 2014," jelasnya.

Sedangkan biaya untuk mencetak penerbang helikopter, menurut Yurlis jauh lebih mahal. Biaya yang dikenakan sebesar Rp 820 juta per orang.

"Biaya pendidikan merujuk pada PP 74 senilai Rp 820 juta. Itu dikenakan kalau perusahaan swasta ingin menyekolahkan calon penerbang," jelasnya.

Kapasitas atau daya tampung STPI Curug dan Banyuwangi mampu mencetak 200 penerbang setiap tahun. Khusus STPI Curug, setiap tahun mampu melahirkan 20 pilot khusus helikopter. Lama pendidikan berkisar 1,5 tahun sampai 2 tahun. Untuk mendukung operasional, STPI Curug memiliki 30 pesawat latih.

"Ada 30 pesawat latih ada di STPI Curug, kalau Banyuwangi ada 8. Pada tahun 2015 mau tambah 3 pesawat," jelasnya.